Kita Akan Mati

Hidup di dunia ini tidaklah selamanya. Akan datang masanya kita berpisah dengan dunia berikut isinya. Perpisahan itu terjadi saat kematian tiba, tanpa ada seorang pun yang dapat menghindar darinya.

Allah تعالى berfirman,

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Al Anbiya:35)

Bersaman dengan yakinnya kita, kalau kita akan mati. Bersaman dengan yakinnya kita, kalau kita akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat kelak dari segala apa yang kita lakukan didunia ini. Bersamaan dengan yakinnya kita, kalau dunia ini tempat beramal. Namun betapa seringnya kita melalaikan untuk beramal shalih dan lebih mementingkan kehidupan dunia.

Allah تعالى berfirman

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلا أَوْلادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ (9) وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ (10) وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ (11) }

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi. Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata, “Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh.” Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al Munafiqun:9-11)

Wahai saudaraku, akan tiba saatnya nyawa kita sampai di kerongkongan, akan tiba saatnya kita mengalami sakaratul maut hingga ruh berpisah dari badan dan kita merasakan yang namanya kematian

Allah تعالى berfirman,

كَلا إِذَا بَلَغَتِ التَّرَاقِيَ. وَقِيلَ مَنْ رَاقٍ. وَظَنَّ أَنَّهُ الْفِرَاقُ. وَالْتَفَّتِ السَّاقُ بِالسَّاقِ. إِلَى رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمَسَاقُ

Sekali-kali jangan. Apabila napas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan, dan dikatakan (kepadanya), “Siapakah yang dapat menyembuhkan?” Dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia), dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan), kepada Rabbmulah pada hari itu kamu digiring. (Al-Qiyamah: 26-30)

وَجَاءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ۖ ذَٰلِكَ مَا كُنْتَ مِنْهُ تَحِيدُ

“Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya.” (Qaf:19)

Setelah itu kita akan mati, badan lemas dan tak lama terbujur kaku. Keluarga dan kerabat menangisi kita, sebagaimana dulu kita menangisi orang meninggal dunia dari kerabat kita. Tak lama kitapun di mandikan, di kafani, dishalatkan dan di kuburkan. Harta tidak kita bawa, keluargapun tidak ada yang menemani kita. Kita telah berpindah dari alam dunia ke alam kubur.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ الْقَبْرَ أَوَّلُ مَنَازِلِ الْآخِرَةِ، فَإِنْ نَجَا مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَيْسَرُ مِنْهُ، وَإِنْ لَمْ يَنْجُ مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَشَدُّ مِنْهُ

“Sesungguhnya kubur adalah persinggahan pertama kehidupan akhirat, apabila seseorang selamat darinya maka kehidupan setelahnya lebih mudah, dan apabila seseorang tidak selamat darinya maka kehidupan setelahnya lebih berat darinya.” (HR. At Tirmidzi, Ibnu Majjah dan dihasankan oleh syaikh Al Albani).

Oleh karena itu wahai kaum muslimin marilah kita memperbanyak amalan shalih, bersegera bertaubat kepada Allah dari segala perbuatan dosa dan maksiat, memperbaiki akidah dan ibadah kita mumpung masih ada kesempatan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam telah bersabda,

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

“Pergunakankanlah lima hal sebelum datangnya lima hal lainnya: masa mudamu sebelum datang masa tuamu, masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, masa kayamu sebelum datang kefakiranmu (kemiskinanmu), waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu, dan kehidupanmu sebelum datang kematianmu.” (HR. al-Hakim. Dishahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani)

Wallahu a’lam bish shawwab.

Abdullah al Jakarty

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *