Tentang Khiyar dalam Jual Beli

Diantara perkara penting untuk diketahui dalam fiqih jual beli adalah tentang khiyar dalam jual beli. Berikut ini penjelasan singkatnya.


Pertama: Pengertian Khiyar

Khiyar adalah hak bagi penjual dan pembeli untuk melanjutkan jual beli atau membatalkannya.

Kedua: Macam-Macam Khiyar.

1. Khiyar majelis.

Khiyar majelis adalah tempat dilangsungkannya transaksi jual beli. Penjual dan pembeli memiliki hak khiyar selama keduanya masih berada ditempat transaksi dan belum berpisah.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا

“Dua orang yang bertransaksi jual-beli itu punya hak khiyar (memilih) selama belum berpisah.” (HR. al-Bukhari)

2. Khiyar syarat.

Kedua belah pihak. Baik penjual atau pembeli, atau salah satunya mensyaratkan khiyar sampai jangka waktu tertentu untuk melangsungkan jual beli atau membatalkannya.

3. Khiyar aib.

Khiyar aib adalah khiyar yang menjadi hak pembeli jika ia mendapati cacat pada barang yang dibelinya, yang tidak disampaikan kepadanya oleh penjual atau memang tidak diketahui oleh si penjual, yang dengan cacat ini nilai barang jadi berkurang.

4. Khiyar tadlis.

Khiyar tadlis adalah penjual menyembunyikan cacat barang dari pembeli untuk menambah harga barang tersebut. Perbuatan ini haram hukumnya. Contohnya penjual sebuah mobil yang memiliki banyak cacat dibagian dalamnya. Ia mengecat bagian luar bodi mobil dengan warna yang bagus sehingga mobil tampak bagus. Sehingga pembeli terkecoh dan mengira mobilnya bagus tidak ada cacatnya. Yang seperti ini pembeli berhak megembalikan mobil yang telah dibeli tersebut dan meminta kembali uang yang telah dibayarkan. (Diringkas dari Fikih Muyasar-Abdullah Jakarta- (18012021)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *