Tentang Tathayyur/Thiyarah (Beranggapan Sial)

Sebelum Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam diutus manusia hidup dalam kehidupan jahiliyah yang bodoh lagi sesat dan penuh khurafat. Diantaranya mereka melakukan tathayyur, yaitu beranggapan sial dengan terbangnya burung kearah kiri, sehingga mereka membatalkan safar yang hendak mereka lakukan. Ketika islam datang, islam membatalkan hal itu.

 

Pengertian Tathayyur

Perlu di ketahui, tathayyur atau thiyarah tidak terbatas hanya pada burung, tapi umum. Berikut ini penjelasan Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin rahimahullah,dimana beliau berkata, “Tathayur adalah beranggapan sial dengan sesuatu yang dilihat, didengar, atau sesuatu yang telah maklum (diketahui). Sesuatu yang dilihat seperti melihat burung maka ia beranggapan sial dikarenakan menakutkan, yang didengar seperti seseorang yang memiliki rencana melakukan sebuah urusan mendengar seseorang berkata kepada orang lain, ‘wahai orang yang rugi, wahai orang yang gagal maka dia (yang memiliki sebuah rencana -ed) beranggapan sial (karena mendengar perkataan tersebut -ed). Serta yang maklum seperti beranggapan sial dengan hari tertentu, bulan tertentu, tahun tertentu, yang ini tidak terlihat dan tidak terdengar.” (al-Qaulul Mufid Syarah Kitab at-Tauhid, hlm 357)

 

Hukum Tathayyur

Tathayyur merupakan perbuatan syirik.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berkata,

الطِّيَرَةُ شِرْكٌ الطِّيَرَةُ شِرْكٌ -ثَلاَثًا- وَمَا مِنَّا إِلاَّ وَلَكِنَّ اللَّهَ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ

“Tiyarah adalah syirik, tiyarah adalah syirik.” Tidak ada seorang pun dari kita melainkan tertimpa di hatinya sebagian thiyarah akan tetapi Allah menghilangkannya dengan tawakal kepada-Nya.” (HR. Abu Dawud, at Tirmidzi dan dishahihkan oleh asy-Syaikh Albani)

Berkata asy Syaikh Al Allamah Shalih al-Fauzan terkait hadits diatas,

“Bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan dan mengulangi kalimat yang beliau khabarkan untuk menancapkan isi pesan tersebut didalam setiap qalbu, bahwa thiyarah (beranggapan sial) adalah perbuatan syirik karena terkandung padanya bergantungnya hati kepada selain Allah, dan buruk sangka terhadap-Nya.” (Al Mulakhos fi syarh kitab at Tauhid, hlm 215 )

 

Obat Tathayyur

Dintaranya,

1. Berusaha dengan sungguh-sungguh menghilangkan tathayyur ketika muncul di hati. Dan tetap melakukan rencana yang ingin dia kerjakan.

2. Menghadirkan pada dirinya tentang bahaya tathayyur, yaitu tathayyur adalah perbuatan syirik.

3. Bersandar dan bertawakal kepada Allah Ta’ala semata.

4. Berdoa kepada Allah Ta’ala agar terhindar dari tathayyur.

Itulah penjelasan singkat tentang tathayyur atau thiyarah.

Wallahu a’lam bish shawwab

 

‘Abdullah al Jakarty

(YBI-AJ/05/20)

www.yukbelajarislam.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *