Syiriknya Bernadzar Kepada Selain Allah Ta’ala

Nadzar adalah ibadah, dimana Allah Ta’ala memuji orang yang menunaikan nadzar ketaatan dan memberikan balasan bagi orang yang menunaikannya.

Allah Ta’ala berfirman,

يُوفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيرًا

“Mereka menunaikan nadzar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.” (Al Insan:7).

Dalam ayat yang lain

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ نَفَقَةٍ أَوْ نَذَرْتُمْ مِنْ نَذْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُهُ ۗ

“Apa saja yang kamu nafkahkan atau apa saja yang kamu nadzarkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya…” (al baqarah:22).

Kalau nadzar adalah ibadah, maka wajib ditujukan kepada Allah Ta’ala, jika dipalingkan kepada selain Allah maka ini perbuatan kesyirikkan.

Berkata asy Syaikh Al Allamah Shalih al Fauzan,

“Kedua ayat diatas menunjukkan bahwa nadzar adalah ibadah; sebab Dia memuji orang yang menunaikannya, dan Dia tidak akan memuji selain perbuatan menjalankan apa diperintahkan atau menjauhi apa yang dilarang. Sebagaimana Dia mengabarkan (pada dalil ke dua -ed) bahwa Dia mengetahui apapun yang kita lakukan dari memberi sedekah atau nadzar dan Dia akan membalas kita atas hal tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa nadzar adalah ibadah, kalau nadzar itu ibadah, maka memalingkannya untuk selain Allah merupakan perbuatan syirik.” (Al Mulakhos fi syarh kitab at Tauhid, hlm 100)

Berkata asy Syaikh Al Allamah Ubaid al Jabiri,

“Nadzar syirik adalah yang dinadzarkan kepada selain Allah; seperti di nadzarkan kepada ruh-ruh orang shalih, baik dari kalangan para Nabi atau selain mereka; dikarenakan nadzar adalah ibadah, maka wajib untuk mengikhlaskannya hanya untuk Allah. Memalingkannya kepada selain Allah adalah syirik besar.” (al Bayan al Mufid fi syarh kitab at Tauhid, hlm 177).

Nadzar Terbagi Dua

1. Nadzar Taat

Nadzar taat adalah bernadzar dalam rangka melakukan ketaatan kepada Allah.

Misalnya seseorang mengatakan, saya bernadzar untuk puasa ayyamul bidh (13, 14 dan 15) pada bulan ini karena Allah. Wajib baginya untuk menunaikan nadzarnya.

2. Nadzar Maksiat

Nadzar maksiat adalah bernadzar untuk melakukan maksiat.

Misalnya seseorang mengatakan saya bernadzar untuk main judi semalam suntuk nanti malam. Haram baginya menunaikannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam besabda:

مَنْ نَذَرَ أَنْ يُطِيْعَ اللهَ فَلْيُطِعْهُ وَمَنْ نَذَرَ أَنْ يَعْصِيَهُ فَلاَ يَعْصِهِ

“Barang siapa yang bernadzar untuk menaati Allah hendaklah dia melaksanakannya, dan barang siapa yang bernadzar untuk bermaksiat kepada-Nya maka janganlah dia melakukannya.”
(HR. al-Bukhari)

Berkata asy Syaikh Al Allamah Shalih al Fauzan,

“Faedah yang dapat diambil dari hadits

“1. Nadzar adalah ibadah, maka memalingkannya kepada selain Allah adalah syirik.

2. Wajibnya menunaikan nadzar taat.

3. Haramnya menunaikan nadzar maksiat.” (Al Mulakhos fi syar kitab at Tauhid, hlm 101)

Itulah penjelasan singkat tentang syiriknya bernadzar kepada selain Allah.

Wallahu a’lam bish shawwab.

 

‘Abdullah al Jakarty

(YBI-AJ/05/20)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *