Hanya Allah yang Memberikan Hidayah Taufiq

Tidak ada yang dapat memberikan hidayah taufiq kecuali hanya Allah semata. Oleh karena itu berdoalah memohon hidayah hanya kepada Allah dan tidak kepada yang lain. Yang lain tidak bisa memberikan hidayah taufik sekalipun seorang Nabi apalagi selainnya.
Allah Subhaanahu wata’aala berfirman kepada Rasul-Nya

إِنَّكَ لا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالمُهْتَدِينَ

“Sesungguhnya (engkau Muhammad) tidak dapat memberi hidayah kepada orang yang engkau cintai akan tetapi Allah (Dia) memberi Hidayah siapa yang (Dia) kehendaki dan Dia lebih mengetahui terhadap orang-orang yang mendapat pentunjuk.” (Al-Qashash:56)

Berkata asy-Syaikh al-Allamah Shalih al-Fauzaan,

“Sesungguhnya Allah berfirman kepada Rasul-Nya (Muhammad) shallallahu ‘alaihi wasallam: ‘Sesungguhnya engkau tidak mampu memberi hidayah taufiq kepada orang yang engkau sukai untuk masuk islam akan tetapi hal itu (hidayah taufiq) berada di tangan Allah, Dialah yang memberikan hidayah taufiq kepada siapa yang Allah kehendaki untuk diberi hidayah dan Dia lebih mengetahui siapa yang berhak mendapat hidayah dan siapa yang tidak berhak mendapat hidayah.” (Al Mulakhos fii Syar’i Kitabit Tauhid hlm. 140)

Ayat ini menunjukkan bahwasannya memberikan hidayah taufik merupakan hak khusus bagi Allah, oleh karena itu, orang yang memintanya dari selain Allah merupakan perbuatan kesyirikan (menyekutukan Allah).” (Al Jadid fi syarh kitab at Tauhid, hlm 166)

Allah Ta’ala berfirman tentang dosa syirik,

إِنََّ اللهَ لاَ يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِه وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَالِكَ لِمَن يَشَآءُ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan akan mengampuni dosa selain syirik bagi siapa yang Allah kehendaki.”
(An Nisa’:48)

Dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّه مَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Sesungguhnya barangsiapa yang berbuat syirik (menyekutukan Allah) maka sungguh Allah mengharamkan baginya surga, dan tempat kembalinya adalah neraka dan tidak ada penolong bagi orang-orang yang dhalim.” (Al Maidah : 72)

Mari kita senantiasa memperbanyak berdoa memohon hidayah kepada Allah Ta’ala dan menempuh sebab-sebab agar Allah Ta’ala memberikan hidayah kepada kita. Diantara doanya

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

“Ya Allah, aku memohon petunjuk, ketakwaaan, kesucian, dan rasa cukup.”
(HR. Muslim)

Walllahu a’lam bish shawwab

 

‘Abdullah al Jakarty

(YBI-AJ/04/20)

www.yukbelajarislam.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *