Sihir dan Hukum Mempelajarinya

Sihir merupakan perbuatan yang sangat berbahaya, perbuatan dosa besar bahkan perbuatan kekufuran. Berikut ini penjelasan singkat terkait sihir.

 

Pengertian sihir

Sihir adalah jimat-jimat, jampi-jampi, dan buhul-buhul yang berpengaruh pada hati dan badan, yang mengakibatkan sakit, mati, terpisahkannya antara suami dan istri atas izin Allah subhanahu wa ta’ala. (Al Jadid fi syarh kitab at Tauhid, hlm 218)

Sihir adalah kesepakatan antara tukang sihir dan syaithan atas apa yang akan dilakukan oleh tukang sihir dari perbuatan haram atau kesyirikkan sebagai timbal balik atas bantuan dan ketaatan syaithan kepadanya dari apa yang diminta.

 

Hukum Mempelajari Sihir

Hukum mempelajari sihir dan mengamalkannya adalah kufur.

Berkata Al Allamah asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baaz rahimahullah,

”Sihir adalah perbuatan mungkar, dan kesyirikan, karena tidaklah seseorang bisa melakukan sihir kecuali dengan menjalin hubungan dengan syaithan, mendekatkan diri dan beribadah kepada mereka dari selain Allah, sebagaimana didalam ayat

وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ

“Sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir” (al Baqarah:102)

Ayat ini menunjukkan bahwa belajar sihir mengharuskan seseorang kufur.” (Syarh kitab at Tauhid, hlm 124)

Berkata asy-Syaikh Al Allamah Ahmad bin Yahya An-Najmi rahimahullah,
”Sungguh Allah Subhanhu wata’ala telah mengkhabarkan bahwa mempelajari sihir hukumnya kafir, dan mengharuskan yang demikian itu, bahwa mengamalkan sihir hukumnya kufur” (at-Ta’liqaat ‘ala Nawaqidil Islam, hlm 259)

 

Hukuman Bagi Tukang Sihir

Bahaya sihir sangatlah besar. Oleh karena itu, hukuman bagi tukang sihir adalah dibunuh, karena sedemikian besarnya dosa sihir dan keburukannya bagi masyarakat.

Dalam shahih al-Bukhari dari Bajalah bin ‘Abadah, ia mengatakan, Umar radhiyallahu anhu menulis surat yang isinya,

أن اقتلوا كل ساحر وساحرة

“Bunuhlah setiap penyihir, baik laki-laki maupun perempuan.”

Bajalah berkata,

فقتلنا ثلاث سواحر

“Maka kami, membunuh tiga penyihir.”

Perlu diketahui, yang memiliki hak dan tanggung jawab untuk menerapkan hukuman bagi tukang sihir adalah pemerintah yang mengurusi urusan kaum muslimin. Hal ini untuk menutup pintu-pintu meluasnya kerusakan dan agar tidak terjadi kekacauan dan tindak anarkis.

Itulah penjelasan singkat tentang sihir.

Wallahu a’lam bis shawwab

 

Abdullah al Jakarty

www.yukbelajarislam.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *