Makna Muhammadarrasulullah dan Konsekuensinya

Memahami makna dari persaksian Muhammadarrasulullah dan konsekuensinya dengan baik dan benar adalah perkara yang sangat penting. Berikut ini penjelasan singkatnya.

 

Makna Persaksian Muhammadarrasulullah

 

Makna Persaksian Muhammadarrasulullah adalah

اعتراف باطنا وظاهرا أنه عبد الله ورسوله إلى الناس كافة

“Pengakuan secara bathin dan secara dhahir bahwasanya dia (Muhammad) hamba Allah dan utusan-Nya yang diutus untuk manusia seluruhnya.” (Aqidah Tauhid, hlm 40)

Pengakuan dengan lisan dan diimani dengan hatinya bahwasanya Muhammad bin ‘Abdullah al-Quraisy al-Haasyimiy adalah Rasulullah (utusan Allah) yang diutus untuk seluruh makhluk dari kalangan jin dan manusia.” (Syarh al-Ushul ats-Tsalaatsah, Syaikh Ibnu Utsaimin, hlm. 261)

Allah Subhaanahu wa ta’ala berfirman,

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِلنَّاسِ

“Dan Kami tidaklah mengutusmu melainkan untuk seluruh manusia.” (As-Saba’: 28)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

وَأُرْسِلْتُ إِلَى الْخَلْقِ كَافَّةً

“Dan aku diutus untuk seluruh manusia.”
(HR. Muslim).

 

Konsekuensi Persaksian Muhammadarrasulullah

Berikut ini beberapa konsekuensinya

Pertama: Menaati perintahnya Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam.

Allah Subhaanahu wa ta’ala berfirman,

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al Imran:31)

Kedua: Membenarkan apa yang dikhabarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Allah Subhaanahu wa ta’ala berfirman,

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ
يُوحَى

“Dan tidaklah yang diucapkannya itu (al Qur’an) menurut keinginannya, tidak lain (al Qur’an itu) adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (an Najm:3-4)

Ketiga: Meninggalkan apa yang Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wasallam larang dan peringatkan.

Allah Subhaanahu wa ta’ala berfirman,

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ
عَنْهُ فَانْتَهُوا

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dan apa yang dilarang bagimu maka tinggalkanlah.” (al Hasyr:7)

Keempat: Tidak beribadah kepada Allah Subhaanahu wa ta’aala kecuali dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wasallam.

Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa mengerjakan suatu amalan yang tidak ada dasarnya dalam urusan (agama) kami maka amalan tersebut tertolak.”
(HR. Muslim).

Kelima : Mendahulukan ucapan Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wasallam daripada ucapan siapapun.

Allah Subhaanahu wa ta’ala  berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللهِ وَرَسُولِهِ وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al Hujurat:1)

Inilah penjelasan singkat dari makna Muhammadarrasulullah dan konsekuensinya yang harus dipahami dan diamalkan.

Wallahu a’lam bish shawwab.

 

Abdullah al-Jakarty

www.yukbelajarislam.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *