Makna, Rukun, Syarat dan Kosekuensi Laa Ilaaha Illallaah

Memahami makna, rukun, syarat dan konsekuesi dari kalimat Laa Ilaaha Illallaah adalah perkara yang sangat penting. Wajib bagi kita untuk mengetahui dan memahaminya dengan baik dan benar. Berikut ini penjelasannya secara singkat.

 

 Makna Laa Ilaaha Illallaah

Makna Laa Ilaaha illallaah adalah

لا معبود بحق إلا الله

Tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak disembah kecuali Allah.

Allah Subhaanahu wata’alla berfirman,

ذَلِكَ بِأَنَّ اللهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ

“Yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (ilah/sesembahan) yang haq dan Sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, Itulah yang batil, dan Sesungguhnya Allah, Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha besar.” (Al-Haj : 62).

 

Rukun Laa Ilaaha Illallaah

Kalimat Laa Ilaaha Illallaah memiliki 2 (dua) rukun, yaitu:

1. An-Nafyu (meniadakan) terletak pada kalimat (Laa Ilaaha) artinya membatalkan syirik dengan seluruh macamnya. Dan wajib mengingkari setiap yang disembah selain Allah.

2. Al-Itsbaat (menetapkan) terletak pada kalimat (Illallaah) artinya menetapkan bahwasannya tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah semata. Dan wajib mengamalkan hal itu.

Allah Subhaanahu wata’ala berfirman,

فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى

”Barangsiapa ingkar kepada thagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus “
(Al Baqarah:256 )

 

Syarat Laa Ilaaha Illallaah

Syarat pertama: Ilmu

Yaitu mengilmui (mengetahui/memahami) makna Laa Ilaaha Illallaah.

Syarat kedua : Yakin.

Yaitu seseorang yang mengucapkan kalimat Laa Ilaaha Illallaah harus yakin terhadap kandungan kalimat ini dengan keyakinan yang kokoh yang tidak tercampur oleh keraguan.

Syarat Ketiga: Ikhlas

Yaitu seseorang yang mengucapkan kalimat Laa Ilaaha Illallaah harus ikhlas yang meniadakan kesyirikan, kenifaqkan, riya dan sum’ah.

Syarat Keempat: Shidq (jujur).

Yaitu seseorang yang mengucapkan kalimat Laa Ilaaha Illallaah benar-benar jujur dari dalam hatinya.

Syarat Kelima: Mahabbah (cinta).

Yaitu mencintai kalimat ini, serta kandungannya dan mencintai orang-orang yang mengamalkan konsekuensinya.

Syarat Keenam: Inqiyad (tunduk).

Yaitu inqiyad (tunduk/patuh) terhadap makna dan konsekuensi dari kalimat ini.

Syarat Ketujuh : Qabul (menerima)

Yaitu Qabul (menerima) kandungan makna dan konsekuensi dari kalimat ini.

 

Konsekuensi Laa Ilaaha Illallaah

Yaitu dengan meninggalkan peribadatan kepada selain Allah Ta’aala dan beribadah hanya kepada Allah Ta’aala semata. Allah Subhaanahu wata’ala berfirman,

وَاعْبُدُوا اللهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا

”Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan Nya dengan sesuatu apapun.” (An-Nisa’:36).

Inilah penjelasan tentang makna kalimat Laa Ilaaha Ilallaah berserta rukun, syarat dan kosekuensinya, sebuah ilmu yang seorang muslim tidak boleh bodoh dan melalaikan dari memahaminya dengan baik dan benar, kemudian setelah itu dia amalkan.

Wallahu a’lam bish shawwab

 

‘Abdullah al Jakarty

(YBI-AJ/04/20)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *