Harta Gonogini

Pertanyaan

Apa hukum harta gonogini dan bagaimana menurut timbangan syariat tentang hal tersebut?

Jawaban:

Terkait harta gonogini dalam kasus perceraian, harus diperhatikan beberapa hal berikut:

Dalam Islam, setiap orang memiliki harta sendiri, termasuk pasangan suami istri. Hanya saja, suami diwajibkan memberikan nafkah kepada istri.

Ketika terjadi perceraian, maka ada beberapa keadaan:

Harta yang ada baik properti maupun lainnya adalah murni milik suami. Dalam keadaan ini, tidak ada harta gonogini untuk istri karena semuanya milik suami, kecuali harta yang diberikan suami kepada istrinya semampunya untuk mut’ah (menyenangkan hati).

Semua harta adalah milik istri. Dalam keadaan ini, tidak ada harta gonogini untuk suami, tidak ada pula harta mut’ah. Semuanya kembali kepada istri. Justru suami yang memberi harta mut’ah kepada istri.

Harta yang bercampur kepemilikan antara suami dan istri. Dalam hal ini ada 2 perincian:

Bisa diupayakan identifikasi harta masing-masing; maka harta suami untuk suami dan harta istri untuk istri, lalu suami memberi harta mut’ah.

Tidak bisa diidentifikasi; maka harta dibagi dua untuk suami dan istri, lalu suami memberi harta mut’ah.

Dijawab oleh al Ustadz Muhammad Affifudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *