2 Hal Penting Tentang Luqathah (Barang Temuan)

Agama kita datang menjaga dan memelihara harta. Termasuk menaruh pengormatan kepada harta seorang muslim diantaranya adalah luqathah (barang temuan).

Berikut ini penjelasan ringkas terkait luqathah

Pertama: Pengertian Luqathah

Luqathah adalah harta yang hilang dari pemiliknya kemudian ditemukan oleh orang lain. Baik itu bentuknya berupa uang atau yang semakna dengannya.

Luqathah adalah mengambil harta/benda yang bernilai dari kesia-sian dengan tujuan menjaganya atau memilikinya setelah mengumumkannya.

 

Kedua: Macam-Macam Luqathah

1. Barang yang tidak berharga, tidak disesali oleh pemiliknya ketika hilang, yang jiwa seseorang tidak tertarik dengannya. Seperti sepotong roti, sebiji buah dan tongkat.

Barang-barang seperti ini boleh dipungut dan memanfaatkannya atau memilikinya tanpa di umumkan terlebih dahulu.

2. Hewan yang bisa menjaga atau mempertahankan dirinya sendiri dari binatang buas kecil dan yang semisalnya. Seperti unta.

Barang temuan ini haram dipungut dan orang yang memungutnya tidak boleh memilikinya walaupun telah mengumumkannya. Hal ini berdasarkan sebuah hadits

Kemudian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya kembali tentang unta yang hilang, beliau bersabda,

ما لكَ وَلَهَا، دَعْهَا، فإنَّ معهَا حِذَاءَهَا وَسِقَاءَهَا، تَرِدُ المَاءَ، وَتَأْكُلُ الشَّجَرَ، حتَّى يَجِدَهَا رَبُّهَا

“Apa urusanmu dengannya?. Biarkanlah ia karena ia bersama dengan sepatunya dan kantong minumannya Ia bisa mendatangi sumber-sumber air dan bisa makan dari pepohonan hingga pemiliknya menemukannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Sesuatu barang yang boleh dipungut dan harus diumumkan, seperti emas, perak, barang berharga (perhiasan) serta hewan tidak bisa menjaga dirinya sendiri dari binatang buas kecil, seperti kambing, ayam dan yang semisalnya. Kebolehan memungut ini berlaku bagi orang yang yakin bahwa dirinya amanah dan mampu mengumumkannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya tentang barang temuan berupa emas dan perak.

Beliau shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda,

اعْرِفْ وِكَاءَهَا وَعِفَاصَهَا، ثُمَّ عَرِّفْهَا سَنَةً، فإنْ لَمْ تَعْرِفْ فَاسْتَنْفِقْهَا، وَلْتَكُنْ عِنْدَكَ وَدِيعَةً، فإنْ جَاءَ طَالِبُهَا يَوْمًا مِنَ الدَّهْرِ فأدِّهَا إلَيْهِ

“Kenalilah tali pengikat kantong dan sekaligus kantongnya, kemudian umumkan selama satu tahun. Jika pemiliknya tidak diketahui, maka silahkan mengunakan barang itu dan hendaknya ia mendjadikan sebagai titipan yang ada padamu. Jika orang yang mencarinya datang kepadamu pada suatu hari, serahkanlah barang itu kepadanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Itulah penjelasan singkat terkait luqathah. Semoga bermanfaat.

Wallahu a’lam bish shawwab.

____🖋Admin yukbelajarislam.com

Sumber Bacaan:

Al Fiqih Al Muyasar.
Dll

(YBI-AJ/03/20)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *