Hukum Menyembelih Hewan Untuk Selain Allah

Menyembelih hewan dalam rangka bertaqarub (mendekatkan diri) kepada Allah adalah sebuah ibadah yang sangat agung.

Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadahku (sesembelihanku), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam.” (Al An’aam:162)

Berkata Ats Sauri dari Suddi dari Sa’id bin Zubair (ونسكى) adalah sesembelihanku. Demikian pula adh Dhahhak berpendapat demikian.

Dalam ayat lain Allah Ta’aala berfirman,

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

“Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berkurbanlah.” (Al Kautsar:2).

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah,

“Allah memerintahkan Rasul-Nya supaya menggabungkan antara  dua ibadah ini, yaitu shalat dan berkurban. Yang kedua ibadah ini menunjukkan atas kedekatan, tawadhu, kebutuhan, baik sangka, dan kuatnya keyakinan (seorang hamba) serta tenangnya hati kepada Allah dan kepada janji-Nya.” (Fathul Majid fi syarh kitab at-Tauhid, hlm. 126)

Jika menyembelih hewan dalam rangka bertaqarub adalah ibadah, maka memalingkannya kepada selain Allah adalah bentuk kesyirkan yang besar. Yang mengeluarkan pelakunya dari agama islam.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

َلَعَنَ اللَّهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللَّهِ

“Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah.” (HR. Muslim)

Berkata Syaikh Zaid al Madkholy rahimahullah:

“Menyembelih untuk selain Allah adalah perbuatan syirik besar. Sebuah dosa yang apabila pelakunya mati (dalam keadaan tidak bertaubat -ed) akan kekal dineraka, tidak akan mendapatkan ampunan sedikitpun dan tidak akan mendapat syafa’at dari para pemberi syafaat. Allah telah melaknat, mengusir dan menjauhkannya dari rahmat-Nya; dikarenakan menyembelih hewan adalah ibadah dan bentuk taqarub (mendekatkan diri) maka wajib ditujukan hanya kepada Allah Subhanahu wata’ala. Barangsiapa yang memalingkannya untuk selain Allah sungguh dia telah berbuat kekafiran dan kesyirikkan kepada Allah.” (Al Fathu wa Tasdiid fi syarh kitab at Tauhid, hlm 145)

Berikut ini diantara contoh menyembelih untuk selain Allah,

1. Menyembelih untuk jin.
2. Menyembelih untuk kuburan, ditujukan kepada orang yang mati.
3. Sembelihan tahunan untuk laut atau sungai.
4. Sesembelihan ketika hendak membangun gedung tinggi kemudian kepala hewan sesembelihan tersebut ditanam di tanah yang akan dibangun gedung. Yang ini semua merupakan perbuatan syirik besar.

Perlu diketahui, disana ada macam sesembelihan yang lain yaitu menyembelih hewan untuk dimakan atau dijual yang seperti ini hukumnya boleh. Dengan disembelih sesuai dengan ketentuan syariat.

Semoga penjelasan ringkas ini bermanfaat.

Wallahu a’lam bish shawwab

‘Abdullah al Jakarty

(YBI-AJ/04/20)

www. yukbelajarislam.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *