Hukum Memakai Jimat

Tidak sedikit orang yang masih memakai jimat dengan segala macamnya. Ada yang berupa kulit binatang yang yang di simpan di dalam dompetnya. Ada yang berupa tulisan-tulisan dengan simbol-simbol tertentu yang dia tempel di dinding tokonya. Ada yang berupa cincin yang di pakai di jari tangannya. Ada yang berbentuk kalung yang di pakai dilehernya. Ada yang berbentuk rajah didalam sabuk yang dipakai dipinggangnya. Ada yang berupa tanduk hewan yang di pasang di depan rumahnya atau yang lainnya. Tujuannya sama dalam rangka menolak bala’, mudharat atau kejelekkan.

Padahal memakai jimat merupakan bentuk dari kesyirikkan (menyekutukkan Allah).

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

منْ عَلَّقَ تَمِيمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ

“Barangsiapa yang menggantungkan jimat maka ia telah berbuat syirik.” (HR. Ahmad, al Hakim, di shahihkan syaikh Al Albani).

Rasulullallah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

يَا رُوَيْفِعُ ، لَعَلَّ الْحَيَاةَ سَتَطُولُ بِكَ بَعْدِي فَأَخْبِرْ النَّاسَ أَنَّهُ مَنْ عَقَدَ لِحْيَتَهُ أَوْ تَقَلَّدَ وَتَرًا أَوْ اسْتَنْجَى بِرَجِيعِ دَابَّةٍ أَوْ عَظْمٍ فَإِنَّ مُحَمَّدًا بَرِيءٌ مِنْهُ

“Wahai Ruwaifi semoga kamu berumur panjang setelahku, kabarkanlah kepada manusia bahwasannya orang-orang yang mengikat jenggotnya, atau menggantungkan tali busur (untuk tolak bala) atau beristinja’ dengan kotoran hewan atau tulang; maka sesungguhnya Muhammad berlepas diri darinya.” (HR. An Nasa’i, Ahmad, Abu Dawud dan dishahihkan syaikh al Albani)

Dari dua hadits diatas diketahui termasuk perbuatan haram adalah menggantungkan sesuatu/jimat untuk tolak bala’. Bahkan perbuatan dosa kesyirikkan.

Perlu diketahui, orang yang memakai atau menggantungkan jimat memiliki dua keadaan:

1. Dia meyakini jimat itu hanyalah sebab adapun yang menjaga dan menyelamatkan dia dari bala’, kejelekkan adalah Allah semata. Maka yang seperti ini dia terjatuh kepada perbuatan syirik kecil dosa yang sangat besar tapi tidak sampai mengeluarkan pelakunya dari agama islam.

Berkata Syaikh Zaid al Madkholy rahimahullah,

“Barangsiapa yang menggantungkan/memakai benda-benda ini (jimat dan yang semisalnya -ed) di tanganya atau di tangan orang lain atau di tunggangnya atau dihewan peliharaannya bahwa hal itu sebab untuk menolak bala’ yang belum terjadi atau menghilangkannya setelah menimpanya sungguh dia telah terjatuh pada perbuatan syirik kecil. Dan syirik kecil merupakan dosa besar yang paling besar.” (Al Fathu wa Tasdiid fi syarh kitab at Tauhid, hlm. 106)

2. Dia menyakini jimat tersebutlah yang menjaganya, menyelamatkannya dengan sendirinya. Jimat yang memberikan pengaruh dengan sendirinya sehingga dia terjaga dan selamat. Yang seperti ini bentuk kesyirikan yang besar yang mengeluarkan pelakunya dari agama islam.

Berkata Syaikh Zaid al Madholy rahimahullah:

“Barangsiapa yang menyakini perkara-perkara ini, jimat dan semisalnya dapat menolak bala’ dengan sendirinya sungguh ia terlah terjatuh pada syirik besar.” (Al Fathu wa Tasdiid fi syarh kitab at Tauhid, hlm. 108)

Allah Ta’ala berfirman tentang dosa syirik,

إِنََّ اللهَ لاَ يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِه وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَالِكَ لِمَن يَشَآءُ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan akan mengampuni dosa yang di bawah syirik bagi siapa yang Allah kehendaki.” (An Nisa’:48)

Dalam ayat yang lain,

إِنَّه مَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Sesungguhnya barangsiapa yang menyekutukan Allah maka sungguh Allah mengharamkan baginya jannah, dan tempat kembalinya adalah neraka dan tidak ada penolong bagi orang-orang yang dhalim.” (Al Maidah : 72)

Itulah penjelasan singkat tentang hukum memakai jimat. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Wallahu a’lam bish shawwab

 

____🖋’Abdullah al Jakarty

www.yukbelajarislam.com

(YBI-AJ/03/20)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *