Berdoalah Hanya Kepada Allah dan Jangan Keselain Nya

Doa adalah ibadah yang sangat agung. Allah memerintahkan agar kita berdoa kepada Nya. Bahkan Allah murka bagi orang yang menyombongkan diri tidak mau berdoa kepada Nya.

Allah Ta’ala berfirman,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Dan Rabbmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.'” (Al Ghafir:60)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi bersabda,

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa adalah ibadah.” (HR. Abu Dawud dan dishahihkan oleh syaikh Al Albani)

Kalau kita ketahui bahwa doa adalah ibadah maka tidak boleh memalingkannya kepada selain Allah siapapun orangnya. Tidak kepada malaikat dan juga tidak kepada nabi, apalagi kepada selain mereka berdua.

Allah Ta’aala berfirman,

وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ ۖ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ

“Dan janganlah kamu menyembah/berdoa kepada selain Allah, yang tidak memberi manfaat dan tidak pula memberi mudharat kepadamu; sebab jika kamu berbuat (yang demikian itu), maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim”. (Yunus:106)

Berkata Asy Syaikh Al Allamah Shalih al Fauzan:

“(Diantara) faedah yang dapat diambil dari ayat ini adalah berdoa kepada selain Allah merupakan syirik besar.” (Al Mulakhos fi syarhi kitabit tauhid, hlm 106)

Berkata asy Syaikh Al Allamah Ahmad an Najmi rahimahullah:

“Wajib untuk kita ketahui, bahwasannya Allah tidak ridha dipersekutukan dengan seorang pun dalam beribadah kepada-Nya. Tidak malaikat terdekat dan tidak pula seorang nabi yang diutus. Tidak boleh bagi seorangpun dari manusia berdoa kepada selain Allah sekalipun tinggi kedudukkan dan martabatnya disisi Allah. Dan makhluk yang tertinggi kedudukanya disisi Allah adalah

1. Jibril dari Malaikat alaihi shalatu was sallam

2. Muhammad dari anak keturunan adam (manusia) alaihi shalatu was sallam.

Barangsiapa yang berdoa kepada salah satu dari keduanya atau berdoa kepada yang lainnya maka hal itu termasuk perbuatan syirik kepada Allah dengan kesyirikan yang besar yang mengharuskan pelakunya kekal dinereka.” (At Ta’liqat ‘ala al Ushul ats Tsalatsah, hlm 12)

Allah Ta’ala berfirman tentang dosa syirik (menyekutukan Allah),

إِنََّ اللهَ لاَ يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِه وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَالِكَ لِمَن يَشَآءُ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan akan mengampuni dosa selain syirik bagi siapa yang Allah kehendaki.” (An Nisa’:48)

Dalam ayat lain,

إِنَّه مَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Sesungguhnya barangsiapa yang berbuat syirik (menyekutukan Allah) maka sungguh Allah mengharamkan baginya surga, dan tempat kembalinya adalah neraka dan tidak ada penolong bagi orang-orang yang dhalim.” (Al Maidah : 72)

Semoga Allah melindungi kita dan kaum muslimin dari berbagai kesyirikkan.

Wallahu a’lam bis shawwab

 

____🖋Abdullah al Jakarty

www.yukbelajarislam.com

(YBI-AJ/04/20)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *