Jangan Engkau Bersedih

Dalam kehidupan di dunia ini terkadang seseorang pada sebuah kesempatan mengalami rasa senang dan bahagia atau sebaliknya rasa sedih dan gundah gulana. Ketika mendapatkan sesuatu yang menggembirakan dari kesenangan-kesenangan duniawi maka dia akan senang dan gembira. Sebaliknya ketika tidak mendapatkan apa yang diinginkan maka dia merasa sedih dan kecewa.

Wahai saudaraku, janganlah kalian berlarut-larut dalam kesedihan apalagi sampai berputus asa. Karena hal tersebut akan membahayakan dirimu sendiri. Kewajiban kita adalah bersyukur ketika mendapatkan kenikmatan dan bershabar ketika tertimpa musibah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرٌ لَهُ، وَإِذَا أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرٌ لَهُ

“Sungguh menakjubkan urusan orang yang beriman. Sesungguhnya semua urusannya baik baginya, dan sikap ini tidak dimiliki kecuali oleh orang yang mukmin. Apabila kelapangan hidup dia dapatkan, dia bersyukur, maka hal itu kebaikan baginya. Apabila kesempitan hidup menimpanya, dia bersabar, maka hal itu juga baik baginya.” (HR. Muslim).

Wahai saudaraku, ketika kita merasa sedih atau gundah gulana berdoalah kepada Allah, berikut diantara doa yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ajarkan,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الهَمِّ وَالحَزَنِ، وَالعَجْزِ وَالكَسَلِ، وَالبُخْلِ، وَالجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ، وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari gundah gulana, sedih, lemah, malas, kikir, penakut, terlilit hutang dan dari tekanan/penindasan orang lain.” (HR. Al-Bukhari).

Selain berdoa kita bisa melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat kita, daripada kita berlarut-larut didalam kesedihan.

Wallahu a’lam bish shawwab.

Admin yukbelajarislam.com

(YBI-AJ/03/20)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *