Ketika Dusta Dianggap Hal yang Biasa

Dusta adalah ucapan yang tidak sesuai dengan kenyataan secara sengaja padahal ia mengetahui keadaan yang sebenarnya.

Dusta merupakan dosa besar. Namun tidak sedikit orang menganggapnya hal biasa. Allah Ta’aala berfirman,

وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ

dan bagi mereka adzab yang pedih disebabkan kedustaan mereka (Al Baqoroh:10).

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda

وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِن الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا

“Jauhilah kedustaan karena kedustaan menyeret pada perbuatan fajir (menyimpang) dan perbuatan fajir menyeret menuju neraka. Seseorang senantiasa berdusta dan menyengaja memilih berdusta hingga tercatat di sisi Allah sebagai tukang dusta.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Bahkan seseorang tidak boleh seseorang berdusta walaupun sekedar bersendau gurau, atau dalam rangka membuat orang tertawa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ويلٌ للذي يحدِّثُ بالحديثِ ليُضحكَ به القومَ فيكذبُ ويلٌ له ويلٌ له

“Celakalah orang yang membuat kedustaan agar orang tertawa, celakalah dia, celakalah dia.” (HR. Abu Dawud, At Tirmidzi dan dihasankan oleh syaikh Al Albani).

Semoga Allah melindungi kita dari berkata dusta. Wallahu a’lam bish shawwab.

Admin yukbelajarislam.com

(YBI-AJ/02/20)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *