Hukum Mengaitkan Musibah Hanya Dengan Sebab yang Bersifat Materi Saja

Keumuman manusia ketika terjadi musibah hanya ingat bahwa terjadinya musibah itu sebatas sebab yang sifatnya materi saja. Lalu bagaimana sebenarnya sikap kita sebagai seorang muslim.

Terkait dengan hal diatas, kami bawakan penjelasan singkat dari seorang ulama besar yaitu Asy Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah. Dimana beliau berkata,

“Sesungguhnya mayoritas manusia pada hari ini mengaitkan musibah yang terjadi—baik dalam hal perekonomian, keamanan, maupun politik—dengan sebab yang bersifat materi saja. Tidak diragukan, hal ini menunjukkan dangkalnya pemahaman, lemahnya keimanan, serta kelalaian mereka dari menelaah Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya. Sesungguhnya, di balik sebab-sebab tersebut ada sebab lain yang bersifat syar’i. Sebab yang syar’i ini lebih kuat dan lebih besar pengaruhnya daripada sebab-sebab yang bersifat materi. Namun, sebab yang bersifat materi terkadang menjadi perantara untuk terjadinya musibah atau azab karena adanya tuntutan dari sebab yang syar’i. Allah Ta’aala berfirman:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

”Telah tampak kerusakan di daratan dan di lautan, disebabkan oleh perbuatan tangan manusia. Allah ingin merasakan kepada mereka sebagian akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (ar-Rum: 41)

YBI-AJ/01/20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *