Binasa Karena Lisan

Banyak orang yang tidak perduli dengan apa yang ia ucapkan, asal berbicara tanpa terlebih dahulu memikirkan apakah yang ia ucapkan itu perkataan yang baik atau tidak. Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata: “Makna hadits ini adalah apabila seorang hamba ingin berbicara, hendaknya dia berpikir terlebih dahulu. Apabila telah nampak jelas baginya bahwa tidak ada kerugian/madharat terhadap dirinya, hendaknya dia mengatakannya. Namun apabila nampak jelas baginya kerugian/madharat atau dia ragu-ragu, maka hendaknya dia diam.” (Syarh Shahih Muslim, 1/222)

Dalam hadits yang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memperingatkan kita dari bahaya lisan, dimana beliau bersabda,

وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللهِ لاَ يُلْقِي لَهَا بَالاً يَهْوِي بِهَا فِي جَهَنَّمَ

“Sungguh seorang hamba berbicara dengan satu kalimat yang menyebabkan kemurkaan Allah dalam keadaan dia tidak peduli dengan ucapan tersebut sehingga menyebabkan dia dilemparkan ke dalam api neraka.” (HR. al-Bukhari).

Wahai kaum muslimin, jagalah lisan-lisan kita kalau kita tidak ingin mendapatkan dampak buruk darinya. Seseorang bisa celaka di dunia dan diakhirat ketika ia tidak memperhatikan apa yang ia ucapkan apakah itu perkataan yang baik atau tidak baik. Wallahu a’lam bish shawwab. (YBI-AJ/02/20)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *