3 Bahaya Meminum Khamr (minuman yang memabukkan/narkoba)

Khamr adalah setiap zat yang menutupi akal. Maksudnya, menutupinya dengan sebab sifatnya yang memabukkan. (Taisirul Karimir Rahman, hlm. 312)

Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan
hafizhahullah berkata,

“Setiap minuman yang memabukkan ketika diminum dalam jumlah banyak, yang sedikit pun haram hukumnya. Itu khamr namanya, terbuat dari apa pun dia, baik dari perasan anggur maupun yang lainnya.” (al-Mulakhkhash al-Fiqhi, hlm. 489)

Kesimpulannya, khamr
adalah segala sesuatu yang memabukkan, dari apa pun dibuatnya, baik berbentuk minuman, pil, serbuk, maupun dedaunan (seperti ganja), baik dikonsumsi dengan cara diminum, diisap, maupun disuntikkan.

Berikut ini 3 Bahaya Mengonsumsi Khamr (minuman yang memabukkan/narkoba)

1. Merupakan perbuatan dosa besar.

Mengonsumsi khamr, merupakan perbuatan dosa besar, yang pelakunya berhak mendapatkan siksa Allah di akhirat kelak.

Al-Imam adz-Dzahabi
rahimahullah, dalam kitab beliau yang berjudul al-Kaba’ir
(Kumpulan Dosa-dosa Besar), memasukkan perbuatan meminum khamr dalam deretan dosa besar. Beliau berkata, “Dosa besar yang keempat belas adalah meminum khamr walaupun tidak mabuk.” Beliau membawakan beberapa dalil tantang hal ini, al-Kaba’ir hlm. 185)

2. Menyebabkan peminumnya dilaknat.

Kita sangat membutuhkan rahmat, kasih sayang, dan ampunan Allah. Maka dari itu, sungguh celaka orang yang dilaknat (dijauhkan dari rahmat Allah Ta’aala). Di antara penyebab seseorang dilaknat adalah mengonsumsi khamr. Dalam sebuah hadits,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

لُعِنَتِ الْخَمْرُ عَلَى عَشْرَةِ أَوْجُهٍ: بِعَيْنِهَا، وَعَاصِرِهَا، وَمُعْتَصِرِهَا، وَبَائِعِهَا، وَمُبْتَاعِهَا، وَحَامِلِهَا، وَالْمَحْمُولَةِ إِلَيْهِ، وَآكِلِ ثَمَنِهَا، وَشَارِبِهَا، وَسَاقِيهَا

“Khamr dilaknat pada sepuluh sisi: zatnya, pemerasnya, orang yang minta diperaskan, penjualnya, pembelinya, pembawanya, orang yang minta dibawakan, pemakan harganya, peminumnya, dan pelayan yang menghidangkannya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah, dishahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani)

3. Akan disiksa dengan siksaan yang pedih di neraka.

Tentang hal ini Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda,

كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ، إِنَّ عَلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ عَهْدًا لِمَنْ يَشْرَبُ الْمُسْكِرَ أَنْ يَسْقِيَهُ مِنْ طِينَةِ الْخَبَالِ. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، وَمَا طِينَةُ الْخَبَالِ؟ قَالَ: عَرَقُ أَهْلِ النَّارِ أَوْ عُصَارَةُ أَهْلِ النَّارِ

“Setiap yang memabukkan itu haram hukumnya. Sesungguhnya Allah k telah berjanji untuk memberikan minuman berupa thinatul khabal bagi orang yang meminum minuman yang memabukkan.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah thinatul khabal itu?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam menjawab, “Keringat penduduk neraka, atau nanah bercampur darah penduduk nereka.” (HR. Muslim).

Itu tiga bahaya bagi orang yang meminum khamr. (YBI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *