Wajib Memberi Nafkah Kepada Istri

Tidak sedikit dari suami melalaikan hak istri untuk diberi nafkah. Bahkan lebih dari itu, ada seorang suami yang meninggalkan istri berbulan-bulan tanpa diberi nafkah.

Memberi nafkah kepada istri hukumnya wajib atas suami.

 

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَعَلَى ٱلۡمَوۡلُودِ لَهُۥ رِزۡقُهُنَّ وَكِسۡوَتُهُنَّ بِٱلۡمَعۡرُوفِۚ

“Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf.” (al-Baqarah: 233).

 

Rasulullallah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَنْ تُطْعِمَهَا إِذَا طَعِمْتَ وَتَكْسُوَهَا إِذَا اكْتَسَيْتَ، وَلاَ تَضْرِبِالْوَجْهَ، وَلاَ تُقَبِّحْ وَلاَ تَهْجُرْ إِلاَّ فِي الْبَيْتِ

“Engkau beri makan istrimu bila engkau makan, dan engkau beri pakaian bila engkau berpakaian. Jangan engkau pukul wajahnya, jangan engkau jelekkan, dan jangan engkau boikot kecuali di dalam rumah.” (HR. Abu Dawud, dan Ibnu Majah, dan inyatakan hasan oleh syaikh Muqbil).

 

Dalam hadits yang lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يَحْبِسَ عَمَّنْ يَمْلِكُ قُوْتَهُ

“Cukuplah bagi seseorang untuk mendapatkan dosa bila ia menahan makanan dari orang yang berhak mendapatkan makanan darinya.” (HR. Muslim).

 

Berkata Al-Imam ash-Shan’ani
rahimahullah,

“Hadits ini merupakan dalil tentang wajibnya seseorang memberi nafkah kepada orang yang di bawah tanggungannya. Karena tidaklah seseorang dihukumi berdosa kecuali karena ia telah meninggalkan kewajibannya. Disampaikan di sini bahwa dosanya tersebut cukup untuk membinasakan dirinya tanpa harus menyertakan dosa yang selainnya.”
(Subulus Salam, 3/345).

 

Oleh karena itu jangan engkau lalaikan wahai suami hak nafkah kepada istri dan anak-anakmu. (AJ)

 

Admin yukbelajarislam.com

Channel Telagram:

http://t.me/YukBelajarAgamaIslam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *