Mengembalikan Mahar ketika Khulu’

Pertanyaan:

Jika seorang wanita meminta cerai kepada suaminya dengan alasan syar’i (mantan istri tidak diberi nafkah lebih dari satu tahun), apakah dia wajib mengembalikan mahar yang dahulu diberikan?

Jawab:

Jika telah diselesaikan di pengadilan oleh keputusan hakim, urusan Anda sudah selesai dan tidak perlu dipikirkan lagi. Jika tidak, perlu diperjelas apakah suami Anda ketika itu memisah Anda dengan niat talak atau fasakh khulu’.

Jika talak, selesai urusan Anda. Jika fasakh khulu’, tidak sah tanpa ganti rugi. Dengan demikian, harus diselesaikan kembali dengan cara membuat akad penebusan ganti rugi senilai mahar atau senilai yang disepakati, dibayar dengan harta Anda yang dahulu telah diambil oleh suami secara zalim dan hak nafkah yang tidak diberikannya selama itu.
Artinya, tanggungannya terlunasi dengan harta tersebut dengan akad yang disepakati. Jika suami Anda keberatan, laporkan ke pihak hakim (Pengadilan Agama) untuk diselesaikan oleh hakim. Wallahu a’lam.

Di jawab oleh al-Ustadz Muhammad as-Sarbini

asysyariah.com, edisi 74, rubrik tanya jawab ringkas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *