Siapakah yang Pantas Disebut Ulama…?

Pengetahuan tentang siapa yang pantas disebut ulama adalah perkara yang sangat penting. Karena berapa banyak orang-orang yang sama sekali tidak pantas di sebut ulama tapi disematkan kata ulama kepada orang tersebut.

Kata ulama sendiri merupakan bentuk jamak dari kata ‘alim, yang artinya orang berilmu.

Ulama adalah orang yang memiliki ilmu agama yang dalam, orang paling mengerti Al Qur’an dan Sunnah serta mengikuti ilmunya dengan amalan shalih yang membuahkan rasa takut kepada Allah.

Berkata Rabi’ bin Anas, “Barangsiapa tidak takut kepada Allah bukanlah seorang ulama.”

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

إِنَّمَا يَخۡشَى ٱللَّهَ مِنۡ عِبَادِهِ ٱلۡعُلَمَٰٓؤُاْ

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah hanyalah ulama .” (Fathir: 28)

Berkata Asy Syaikh Abdus Salam bin Barjas rahimahullah,

“Orang yang pantas untuk disebut sebagai orang alim (ulama) jumlahnya sangat sedikit sekali dan tidak berlebihan kalau kita mengatakan jarang.

Yang demikian itu karena sifat-sifat orang alim mayoritasnya tidak akan terwujud pada diri orang-orang yang menisbahkan diri kepada ilmu pada masa ini.

Bukan dinamakan alim bila sekadar fasih (piawai) dalam berbicara atau pandai menulis, orang yang menyebarluaskan karya-karya atau orang yang men-tahqiq kitab-kitab yang masih dalam tulisan tangan. Kalau orang alim ditimbang dengan ini, maka cukup (terlalu banyak orang alim).

Namun penggambaran seperti inilah yang banyak menancap di benak orang-orang yang tidak berilmu.

Oleh karena itu, banyak orang tertipu dengan kefasihan seseorang dan tertipu dengan kepandaian menulis, padahal ia bukan ulama. Ini semua menjadikan orang-orang takjub.

Orang alim hakiki adalah yang mendalami ilmu agama, mengetahui hukum-hukum al-Qur’an dan as-Sunnah. Mengetahui ilmu ushul fikih seperti nasikh dan mansukh, mutlak, muqayyad, mujmal, mufassar, dan juga orang-orang yang menggali ucapanucapan salaf terhadap apa yang mereka perselisihkan.”

(Wujubul Irtibath bi ‘Ulama, hlm. 8)

Oleh karena itu bagi kita untuk berhati-hati. Karena tidak sedikit dari orang yang di sebut sebagai ulama di negeri ini jauh dari hakikat seorang ulama.

Admin yukbelajarislam.com

http://t.me/YukBelajarAgamaIslam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *