Jangan Jadikan Agama Bahan Candaan

Bodoh terhadap ilmu agama adalah malapetaka bagi seseorang didalam kehidupannya di dunia dan di akhirat.

Karena bodohnya seseorang terhadap ilmu agama bisa menjadi sebab seseorang melakukan kekufuran dalam keadaan dia tidak tahu atau bahkan menganggap hal itu sesuatu yang biasa.

Contohnya, seseorang yang menjadikan perkara agama bahan olok-olokan walaupun niatnya hanya bercanda atau bersendau gurau.

Allah Subhanahu wa Ta’aala berfirman,

وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman…” (At Taubah : 65-66)

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah,

“Ini adalah nash (dalil) tentang orang yang bersendau gurau/mengolok-ngolok Allah, Ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya adalah bentuk kekufuran, memaksudkan (dengan sengaja) untuk mencela lebih-lebih jelas kufurnya. Dan sungguh dari ayat ini ditunjukkan tentang setiap orang yang merendahkan Rasulullah dengan sungguh-sungguh atau bersenda gurau sungguh dia telah kafir.”
(Shaarimul Masluul : 2/70)

Berkata Asy-Syaikh Sulaiman bin Abdillah rahimahullah,

“Para ulama telah bersepakat atas kafirnya orang yang melakukan sesuatu dari perbuatan itu. Maka barangsiapa yang mengolok-olok Allah atau kitab-Nya, atau Rasul-Nya, atau agama-Nya, maka dia telah kafir secara ijma’ (kesepakatan para ulama), walaupun dia main-main dan tidak memaksudkan mengolok-oloknya.” (Taisir Al-‘Azizil Hamid hal. 617).

Oleh karena itu betapa pentingnya ilmu agama, karena dengan itu kita mengetahui bahwa mengolok-ngolok sesuatu bagian dari agama adalah perkara yang sangat berbahaya walaupun dengan niat tidak serius atau sekedar bercanda. Sehingga kita bisa menjauhinya. Wallahu a’lam bish shawwab. (AJ)

Admin yukbelajarislam.com

Channel Telegram:

http://t.me/YukBelajarAgamaIslam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *