Antara Suami dan Ibu

Pertanyaan:

Bismillah. Afwan ana mau tanya, seorang wanita telah menikah dan memiliki seorang ibu yang tinggal sendiri. Ia kemudian dituntut mengikuti suami. Ibunya adalah seorang wanita yang bisa dibilang cerewet, sedangkan suaminya adalah orang yang tidak terbiasa serba dikritik/ dikomentari.

Saat ini wanita itu meminta izin agar ibunya bisa tinggal bersama mereka. Tampaknya suami tidak keberatan, wallahu a’lam.

Tetapi, si istri merasa bahwa sebenarnya suami terpaksa karena keadaan, juga khawatir membuat istrinya kecewa.Wanita tersebut saat ini bingung. Di satu sisi, ia tidak tega meninggalkan ibunya, wanita yang paling disayanginya. Tetapi di sisi lain, ia khawatir rumah tangga dan hubungannya dengan suami terganggu dengan kehadiran ibunya bersama mereka. Afwan ustadz, ana mohon nasihat dari ustadz, bagaimana sikap terbaik yang mesti ia ambil?
+6285227xxxxxx

Jawab

Pada prinsipnya, wanita yang telah menikah lebih mengutamakan hak suami.

Sebisa mungkin ia menunaikan hak semua pihak apalagi hak ibu.

Masalahnya hanyalah penjelasan kepada semua pihak (ibu dan suami) tentang kondisi masing-masing supaya ada sikap saling memahami, memperbaiki kekurangan, saling berbuat baik.

Jika segala upaya yang bijak telah ditempuh namun tidak ada hasil, maka ia mengikuti suami sambil mengupayakan solusi untuk ibu.

Misalnya meminta famili lain yang mengurus, atau mengurus dan menjaga hubungan baik dengan ibu dari jarak jauh.

Waffaqakumullah.

Di jawab oleh al-Ustadz Muhammad Afifuddin

Sumber: asysyariah.com rubrik tanya jawab ringkas edisi 74

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *