Tahukah Anda Apa yang Dimaksud Wanita yang Berpakaian Tapi Telanjang…?

Dalam sebuah hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا: قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ؛ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ، رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا، وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

“Ada dua golongan penduduk neraka yang belum aku lihat. Pertama, sebuah kaum yang memegang cambuk seperti ekor sapi, yang mereka gunakan untuk mencambuk manusia. Kedua, para wanita yang berpakaian tetapi telanjang. Mereka berjalan berlenggak-lenggok (berjalan dengan menimbulkan fitnah). Kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak dapat mencium bau harum surga, padahal baunya tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

Dalam hadits ini terdapat ancaman keras bagi para wanita yang berpakaian tapi telanjang. Lalu siapakah mereka itu?

Al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullah menyebutkan beberapa makna sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam, “wanita yang berpakaian tetapi telanjang” sebagai berikut.

1. Wanita yang memakai pakaian tipis, sehingga tampak kulitnya. Wanita seperti ini memang memakai pakaian, tetapi sebenarnya dia telanjang.

2. Wanita yang membuka sebagian anggota tubuhnya (yang wajib ditutupi), maka wanita ini sebenarnya telanjang.

3. Wanita yang mendapat nikmat Allah, tetapi tidak mau bersyukur kepada-Nya (Kasyful Musykil min Hadits ash-Shahihain)

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah mengatakan tentang makna wanita berpakain tetapi telanjang,

“Maksudnya adalah para wanita yang berpakaian tetapi tidak menutup auratnya, bisa jadi karena pakaiannya tipis atau karena pendek.” (Majmu’ al-Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah)

Berkata Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah,

“Nabi shallallahu alaihi wasallam mencirikan wanita penghuni neraka itu dengan (كَاسِيَاتٌ) maksudnya mereka mengenakan pakaian, akan tetapi mereka itu (َعَارِيَاتٌ) “telanjang”, karena pakaian yang mereka kenakan tidaklah menutupi aurat mereka dengan semestinya. Bisa jadi karena pakaian itu tipis, ketat, atau pendek.
(Taujihat lil Mu`minat Haulat Tabarruj was Sufur, hal. 18) (AJ)

Admin yukbelajarislam.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *