Ketika Selingkuh Dianggap Hal yang Biasa

Selingkuh atau menjalin hubungan gelap dengan wanita yang bukan istrinya banyak terjadi. Ironisnya hal ini dianggap sesuatu hal yang biasa. Padahal selingkuh merupakan perbuatan haram yang berdampak buruk untuk kehidupan seseorang didunia dan akhirat.

 

Banyak faktor yang menyebabkan seseorang selingkuh, diantaranya:

  1. Bodohnya seseorang terhadap agama. Terkhusus tentang bahayanya selingkuh dan sebab-sebab yang akan mengatarkan kepada perbuatan tersebut.
  2. Kesibukan masing-masing dengan urusan pribadi tanpa memedulikan pasangannya dan keinginannya. Istri hidup untuk diri dan keinginannya saja, begitu pula suami. Alhasil, istri ada di satu sisi, dan suami ada di sisi yang lain. Hati dan perasaan mereka berdua nyaris tidak pernah bertemu.
  3. Banyaknya sebab-sebab yang mendorong seseorang menjalin hubungan haram dengan selain pasangannya. Yaitu bercampur baurnya laki-laki dengan perempuan, banyaknya koran/majalah, telivisi dan yang lainnya yang menampilkan wanita-wanita yang memperlihatkan aurat dan yang lainnya.

 

Bahaya Selingkuh.

Selingkuh merupakan perkara yang haram. Apalagi kalau sampai pada tingkat melakukan hubungan badan (zina) dan ini yang banyak terjadi.

Allah Taa’ala berfirman,

وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا

يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا

“… dan orang-orang yang tidak menyembah ilah (sesembahan) yang lain beserta Allah, tidak membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah (untuk membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina. Barang siapa melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu dalam keadaan terhina.” (al-Furqan: 68—69)

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di berkata:

“Allah Ta’aala secara jelas menyebutkan ketiga perbuatan ini (berbuat syirik, membunuh, dan berzina, –ed.) karena ketiganya adalah dosa besar yang paling besar. Kesyirikan merusak agama, pembunuhan merusak badan, sedangkan zina merusak kehormatan.” (Taisirul Karimir Rahman)

 

Dalam sebuah hadits, sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:

“Saya bertanya kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam, “dosa apakah yang paling besar di sisi Allah?’

Beliau menjawab:

‘Engkau menjadikan tandingan bagi Allah padahal Dia telah menciptakanmu.’ Saya berkata, ‘Sesungguhnya itu dosa yang sangat besar.’

Saya bertanya lagi: ‘Kemudian apa?’

Beliau menjawab: ‘Engkau membunuh anakmu karena khawatir dia makan bersamamu.’

Saya bertanya lagi: ‘Kemudian apa?’

Beliau menjawab: ‘Engkau berzina dengan istri tetanggamu’.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

 

Al-Imam Ahmad pernah berkata tentang dosa zina:

“Aku tidak mengetahui sesuatu yang lebih besar dosanya—setelah dosa membunuh seseorang—daripada zina.” (ad-Da’ wad Dawa’ hlm. 230). Wallahu a’lam bish shawwab.

 

Selain terjatuh pada perbuatan dosa besar (selingkuh yang sampai zina), selingkuh juga akan mengakibatkan hancurnya rumah tangganya dan berdampak kepada anak-anaknya.

Jadi jauhkan lah diri kita dari perbuatan tersebut dan hal-hal yang akan mengantarkan padanya.

(AJ)

 

Admin yukbelajarislam.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *