Menikah ketika Hamil Karena Zina

Pertanyaan:

Ana punya keponakan. Dia melakukan zina, kemudian hamil. Keduanya lantas menikah saat hamil. Yang ana tanyakan:

  1. Saat hamil apa boleh menikah?
  2. Status perwaliannya bila anak yang lahir wanita bagaimana?
  3. Hukum warisnya bagaimana?

 

Jawabannya:

1. Tidak boleh dan tidak sah. Status pernikahan tersebut nikah syubhat. Keduanya harus berpisah, lalu memperbarui pernikahan apabila anak hasil zinanya telah lahir.

Jika telanjur ada anak berikutnya yang lahir dari pernikahan syubhat tersebut, anak itu adalah anak yang sah bagi keduanya secara syariat.

 

2. Anak hasil zina tidak punya ayah secara syariat, dia hanya punya ibu yang melahirkannya. Dengan demikian, anak wanita hasil zina tidak punya wali nikah. Oleh karena itu, yang menikahkannya adalah wali hakim (penghulu KUA).

 

3. Karena dia tidak punya ayah secara syariat, maka tidak ada hukum waris dari jalur kekerabatan ayah. Hukum warisnya hanya berlaku dari jalur kekerabatan ibunya.
Wallahu a’lam.

Di jawab oleh Ustadz Muhammad Sarbini

 

Sumber: http://asysyariah.com/tanya-jawab-ringkas-edisi-73/

 

Admin yukbelajarislam.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *