Berkata yang Baik Atau Diam

Agama kita membimbing kita untuk berkata yang baik atau diam. Dengan itu kita akan mendulang pahala dan tercegah dari keburukkan. Berbeda dengan orang yang tidak memperdulikan baik tidaknya apa yang dia ucapkan.

 

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya dia mengucapkan perkataan yang baik atau diam.” (Muttafaqun ‘alaih).

 

Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata,

“Makna hadits ini adalah apabila seorang hamba ingin berbicara, hendaknya dia berpikir terlebih dahulu. Apabila telah nampak jelas baginya bahwa tidak ada kerugian/madharat terhadap dirinya, hendaknya dia mengatakannya. Namun apabila nampak jelas baginya kerugian/madharat atau dia ragu-ragu, maka hendaknya dia diam.” (Syarh Shahih Muslim, 1/222).

 

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata,

“Makna hadits tersebut ialah ketika seseorang ingin berbicara hendaknya dia berpikir terlebih dahulu. Jika yakin bahwa ucapannya tidak menimbulkan akibat yang jelek dan tidak menyeretnya pada perkara yang haram atau makruh, hendaknya dia berbicara. Namun apabila perkaranya adalah mubah, yang selamat adalah dia diam, supaya tidak terseret ke dalam perkara yang haram atau makruh.” (Fathul Bari, 13/149).

Jadi, mari kita berusaha untuk mengamalkan hadits yang mulia ini. Berkata yang baik atau diam. (AJ)

 

Admin yukbelajarislam.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *