(Fatwa) Hukum Rokok

Berfatwa Al-Lajnah Ad-Daimah dalam Fatawa Al-Lajnah (22/179):

“Menghisap rokok haram hukumnya. Karena termasuk dari yang jelek-jelek, sementara Allah Ta’aala dan Rasul-Nya telah mengharamkan segala yang jelek-jelek.

Allah Ta’aala berfirman tentang sifat Nabi-Nya:

يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ

“Dia mengajak mereka kepada yang ma’ruf dan melarang mereka dari yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan atas mereka segala yang jelek.” (Al-A’raf: 157).

Demikian pula dikarenakan rokok mengandung mudarat yang merusak kesehatan dan merugikan secara materi, sedangkan syariat Islam datang untuk menjaga keselamatan jiwa raga dan harta benda. Tetap saja para ulama masa lalu dan masa sekarang mengategorikan menjaga keselamatan jiwa raga dan harta benda termasuk dari lima perkara yang harus dijaga keselamatannya secara darurat untuk menjaga tetap terwujudnya umat ini dan tetap tegaknya urusan umat ini dalam bentuk yang semestinya. Telah tsabit (tetap) larangan dalam syariat ini dari membuang-buang harta secara sia-sia sementara tidak diragukan lagi bahwa menghamburkan uang untuk membeli rokok termasuk dalam kategori membelanjakan harta untuk sesuatu yang tidak bermanfaat, bahkan membelanjakannya dalam perkara yang memudaratkan diri dan lingkungannya, sehingga jelaslah bahwa hal itu termasuk menyia-nyiakan harta.”

 

Admin yukbelajarislam.com

One thought on “(Fatwa) Hukum Rokok

  • 7 November 2020 pada 10:09 am
    Permalink

    Bismillah.
    Afwan izin bertanya, Ustadz.
    Sahabat ana bekerja sebagai pengirim pita cukai rokok, apakah hukum pekerjaan ini?
    Dia berdalih, tidak mengapa. Dia dan keluarga khawatir bila pekerjaan tersebut ditinggalkan berpengaruh pada kelangsungan hidupnya.
    Mohon penjelasan singkat dan dalilnya.
    Jazaa kallahu khoyr.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *