Apa yang Kamu Tahu Tentang Jama’ah Tabligh…??

Siapa yang tidak kenal dengan jama’ah tabligh, jama’ah yang satu ini cukup dikenal oleh kaum muslimin secara umum.

Namun sedikit dari kaum muslimin yang mengetahui hakikat dari ajaran jama’ah tabligh yang banyak di jelaskan oleh para ulama besar. Berikut fatwa dari beberapa ulama tentang jam’ah tabligh.

Berkata Asy-Syaikh al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah,

“Jamaah Tabligh tidaklah berdiri di atas manhaj al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam serta pemahaman as-salafus shalih.”

Beliau juga berkata, “Dakwah Jamaah Tabligh adalah dakwah Sufi modern yang semata-mata berorientasi kepada akhlak. Adapun pembenahan terhadap akidah masyarakat, sedikit pun tidak mereka lakukan karena—menurut mereka—bisa menyebabkan perpecahan.”

Beliau juga berkata, “Jamaah Tabligh tidak mempunyai prinsip keilmuan. Mereka adalah orang-orang yang selalu berubah-ubah dengan perubahan yang luar biasa, sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.”

Berkata Asy-Syaikh al-‘Allamah Muhammad bin Ibrahim Alusy Syaikh rahimahullah,

“Organisasi ini (Jamaah Tabligh, –pen.) tidak ada kebaikan padanya. Sungguh, ia adalah organisasi bid’ah dan sesat. Dengan membaca buku-buku mereka, benar-benar kami dapati kesesatan, bid’ah, ajakan kepada peribadatan terhadap kubur-kubur dan kesyirikan, sesuatu yang tidak bisa dibiarkan. Oleh karena itu—insya Allah— kami akan membantah dan membongkar kesesatan serta kebatilannya.”

Berkata Asy-Syaikh al-’Allamah Abdurrazzaq ‘Afifi rahimahullah,

“Kenyataannya, mereka adalah ahlul bid’ah yang menyimpang dan orang-orang tarekat Qadiriyah serta lainnya. Khuruj mereka bukanlah di jalan Allah subhanahu wa ta’ala, tetapi di jalan Muhammad Ilyas. Mereka tidak berdakwah kepada al-Qur’an dan as-Sunnah, tetapi kepada Muhammad Ilyas, syaikh mereka di Banglades.”

Kesimpulan kesesatan jama’ah tablig dari penjelasan para ulama di atas adalah,

1. Kesesataan dalam aqidah, melakukan dan mengajak kepada perbuatan syirik, peribadatan kepada kubur dan yang lainnya.

2. Melakukan berbagai macam kebid’ahan.

3. Bodoh terhadap ilmu agama, tidak memberikan perhatian kepadanya.

Wallahu a’lam bish shawwab.

 

Admin yukbelajarislam.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *