Apa Hukum Wanita yang Haid Membaca Al Qur’an…?

Para ulama berbeda pendapat tentang masalah ini, ada yang mengatakan makruh, haram dan ada yang membolehkan. Wallahu a’lam bish shawwab.

Kami pribadi berpendapat bolehnya seorang wanita membaca Al Qur’an ketika haid.

Asy-Syaikh al-Albani, dalam Silsilah al–Huda wa an–Nur (kaset no. 1), berkata, “Mengenai hukum wanita haid membaca al-Qur’an, tidak dikatakan bahwa pendapat yang kuat demikian dan pendapat yang lemah demikian. Sebab, keadaan wanita haid berbeda dengan keadaan orang yang junub. Wanita haid tidak mampu bersuci atau menghilangkan hadatsnya sampai dia selesai haid. Adapun zikir, yang Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam tidak suka melakukannya (apabila tidak dalam keadaan suci, -pent.), telah beliau izinkan/bolehkan sebagaimana ucapan beliau kepada ‘Aisyah ketika haji,

اصْنَعِيْ كُلَّ مَا يَصْنَعُ الْحَاجُّ غَيْرَ أَلَّا تَطُوْفِيْ بِالْبَيْتِ حَتَّى تَطْهُرِي

“Lakukan semua yang dilakukan oleh jemaah haji, kecuali thawaf di Baitullah (Ka’bah), sampai engkau suci.” (HR. al–Bukhari dan Muslim)

Beliau shallallahu ‘alaihi wassalam mengizinkan ‘Aisyah melakukan semua amalan haji (kecuali thawaf, -pent.), sementara orang yang haji tidak melakukan amalan kecuali berzikir dengan membaca al-Qur’an atau zikir lainnya.” (AJ)

 

Admin yukbelajarislam.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *