Keluarga, Karena Engkau Begitu Berharga

Keluarga dalam pandangan Islam memiliki nilai yang tidak kecil. Bahkan Islam menaruh perhatian besar terhadap kehidupan keluarga dengan meletakkan kaidah-kaidah yang arif guna memelihara kehidupan keluarga dari ketidakharmonisan dan kehancuran.

Kenapa demikian besar perhatian Islam? Karena  tidak dapat dipungkiri bahwa keluarga adalah batu bata pertama untuk membangun istana masyarakat muslim dan merupakan madrasah iman yang diharapkan dapat mencetak generasi-generasi muslim yang mampu meninggikan kalimat Allah Ta’aala di muka bumi.

Bila pondasi ini kuat, lurus agama dan akhlak anggotanya, maka akan kuat pula masyarakatnya dan terwujud pula keamanan yang didambakan. Sebaliknya, bila ikatan keluarga tercerai-berai dan kerusakan meracuni anggota-anggotanya maka dampaknya terlihat pada masyarakat, bagaimana kegoncangan melanda dan rapuhnya kekuatan, sehingga tidak diperoleh rasa aman.

Dari keterangan di atas pahamlah kita kenapa musuh-musuh Allah I dari kalangan setan jin dan manusia begitu berambisi untuk menghancurkan kehidupan keluarga. Mereka bantu-membantu menyisipkan kebatilan ke dalam keluarga agar apa yang diharapkan Islam dari sebuah keluarga tidak terwujud. Dan sangat disesalkan ibarat gayung bersambut, kebatilan itu banyak diserap oleh keluarga muslim. Akibatnya tatanan rumah tangga hancur dan dampaknya masyarakat diantar ke bibir jurang kehancuran.

Hal Yang Dapat Membentengi Keluarga

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk melindungi keluarga kita dari kejelekkan atau kehancuran di dunia ataupun di akhirat. Diantaranya,

1. Memberikan pendidikan agama untuk istri dan anak-anak kita.
Allah Ta’aala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka.” (At Tahrim:6)

Berkata Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah, “…Sebagaimana ayat ini mengharuskan seseorang menjaga keluarga dan anak-anak dari api neraka dengan cara memberikan pendidikan dan pengajaran kepada mereka, serta memberitahu mereka tentang perintah Allah Ta’aala…” (Taisir Al-Karimir Rahman)

2. Menjauhkan istri dan anak-anak dari teman yang jelek agama dan akhlaknya.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

مَثَلُ الْـجَلِيْسِ الصَّالـِحِ وَالسُّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيْرِ. فَحَامِلُ الْـمِسْكِ إِمَّا أَنْ يَحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيْحًا طَيِّبَةً، وَنَافِخُ الْكِيْرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيْحًا خَبِيْثَةً

“Permisalan teman duduk yang baik dan teman duduk yang jelek seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. (Duduk dengan) penjual minyak wangi bisa jadi ia akan memberimu minyak wanginya, bisa jadi engkau membeli darinya dan bisa jadi engkau akan dapati darinya aroma yang wangi. Sementara (duduk dengan) pandai besi, bisa jadi ia akan membakar pakaianmu dan bisa jadi engkau dapati darinya bau yang tak sedap.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Berkata Al Haafidz Ibnu Hajar
rahimahullah: “Pada hadits ini terdapat larangan dari bergaul kepada orang yang berdampak (jelek –ed) bagi agama dan dunia dan anjuran untuk bergaul kepada orang yang bermanfaat bagi agama dan dunia.” (Fathul Bari : 4/324)

3. Menjauhkan anak dan istri dari sarana yang akan merusak agama dan akhlaknya.

Diantara sarana yang dapat merusak keluarga adalah televisi, majalah-majalah yang menampilkan wanita-wanita yang membuka aurat, youtube, dan yang alainnya.

4. Mendoakan kebaikan untuk mereka.

Diantara sebab terbesar seseorang mendapatkan kebaikan dan terhidar dari kejelekkan adalah doa. Oleh karena itu, perbanyaklah berdoa kepada Allah agar keluarga kita mendapatkan kebaikan dalam kehiduapannya di dunia dan di akhirat. Serta agar terhidar dari kejelekkan di kehidupan di dunia dan di akhirat. Wallahu a’lam bish shawwab. (AJ)

Admin yukbelajarislam.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *