5 Hal Penting Tentang Akhlak yang Baik

Akhlak merupakan perkara yang memiliki kedudukan yang tinggi dalam agama kita. Oleh karena itu penting bagi kita untuk mempelajari tentang permasalahan akhlak. Berikut ini 5 hal penting tentang akhlak.

 

Pertama: Allah dan Rasul -Nya memerintahkan kita untuk berakhlak yang baik.

Allah Ta’aala berfirman,

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari orang-orang bodoh” (Qs. Al A’raf:199)

Rasul shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda,

وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

“Dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang bagus.” (HR. at-Tirmidzi, dinyatakan hasan oleh syaikh Al Albani)

 

Kedua: Akhlak yang baik ada yang merupakan tabiat ada yang merupakan hasil usaha.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada al-Asyaj bin Abdil Qais,

إِنَّ فِيكَ خَصْلَتَيْنِ يُحِبُّهُمَا اللهُ: الْحِلْمُ وَالْأَنَاةُ

“Sungguh, pada dirimu ada dua sifat yang dicintai oleh Allah: santun dan tidak tergesa-gesa.” (HR. Muslim)

Berkata asy Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah, “Hadist ini merupakan dalil bahwa akhlak yang mulia itu ada yang merupakan tabiat dan ada yang merupakan hasil usaha, akan tetapi akhlak yang merupakan tabiat -tanpa diragukan- lebih baik dari yang merupakan usaha” (Makarimul Akhlak, hlm. 13)

 

Ketiga: Keutamaan Akhlak

Keutamaan akhlak sangatlah banyak, diantaranya adalah

1. Sebab kecintaan Allah kepadanya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam  bersabda,

أحب عباد الله إلى الله أحسنُهم خُلُقًا

“Hamba Allah yang paling Allah cintai adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Ath Thabrani, al Hakim dan di shahihkan oleh syaikh Al Albani)

2. Amalan yang berat timbangannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam  bersabda,

لَيْسَ شَيْءٌ أَثْقَلُ فِي الْمِيْزَانِ مِنَ الْخُلُقِ الْحَسَنِ

“Tidak ada suatu amalan pun yang paling berat dalam timbangan (seorang hamba) daripada akhlak yang bagus.” (HR . Ahmad, dinyatakan sahih oleh syaikh Al Albani).

3. Sebab masuk surga.

Dalam sebuah hadits, dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu,

سُئِلَ رَسُولُ اللهِ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ فَقَالَ: تَقْوَى اللهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ditanya tentang sesuatu yang paling banyak memasukkan orang ke dalam surga. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Takwa kepada Allah dan akhlak yang bagus.”  (HR. Bukhari di Adabul Mufrod)

 

Keempat: Bentuk Akhlak yang Baik

Berkata al-Imam al-Hasan al-Bashri rahimahullah, “Hakikat akhlak yang baik adalah mencurahkan kebaikan, menahan gangguan, dan wajah berseri-seri.” (al-Minhaj Syarh Shahih Muslim)

Berkata Al-Qadhi ‘Iyadh rahimahullah, “Akhlak yang baik adalah bergaul dengan manusia dengan pergaulan yang indah, wajah cerah berseri, mencintai mereka, kasih sayang kepada mereka, bersabar terhadap mereka dalam apa yang tidak disukai, tidak merasa besar diri, tidak melanggar kehormatan mereka, menjauhi sikap kaku keras, marah, dan menuntut balas.

 

Kelima: Cara Mendapatkan Akhlak yang Baik.

1. Ikhlas.
2. Menuntut ilmu syar’i
3. Aqidah yang benar.
4. Berusaha meneladani Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
5. Bergaul dengan orang shalih.
6. Memikirkan dampak buruk dari akhlak yang jelek.
7. Berdoa kepada Allah agar dikaruniakan akhlak yang baik. Diantara doanya

اللَّهُمَّ أَحْسَنْتَ خَلْقِي فَأَحْسِنْ خُلُقِي

“Ya Allah, Engkau telah membaguskan penciptaanku, maka mohon baguskanlah (pula) akhlakku.” (HR . Ahmad, dinyatakan sahih oleh syaikh Al Albani). Wallahu a’lam bis shawwab. (AJ)

Admin yukbelajarislam.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *