Wahai Muslimah Pakailah Jilbabmu

Diantara kewajiban seorang muslimah adalah memakai hijab syar’i yang menutupi seluruh tubuhnya. Tentang hal ini Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ قُل لِّأَزۡوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ يُدۡنِينَ عَلَيۡهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّۚ

“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka.” (al-Ahzab: 59)

Begitu juga dalam sebuah hadits, ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam memerintah para wanita untuk pergi ke tempat dilaksanakannya shalat id, seorang shahabiyah yang bernama Ummu ‘Athiyyah berkata, “Wahai Rasulullah, di antara kami ada yang tidak memiliki jilbab.” Beliau menjawab,

لِتُلْبِسْهَا أُخْتُهَا مِنْ جِلْبَابِهَا

“Hendaklah saudarinya memakaikan (meminjamkan) jilbab kepadanya.” (HR. Muslim no. 2093)

Oleh karena itu pakailah jilbabmu wahai muslimah, karena itu adalah perintah Rabbmu, bentuk kasih sayang-Nya kepada mu dan demi kebaikkanmu dan kebaikkan yang lainnya.

Wahai saudariku, perlu diketahui bahwa disana ada kententuan yang harus diperhatikan tetang hijab/jilbab syar’i. Berikut ini penjelasannya,

1. Hijab harus menutupi seluruh tubuh.
Hal ini berdasarkan firman Allah subhanahu wa ta’ala ,

َ يُدۡنِينَ عَلَيۡهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّۚ

“Hendaklah mereka mengulurkan jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka.” (al-Ahzab: 59)

Yang dimaksud jilbab ialah kain yang lebar atau lapang yang dapat menutupi seluruh tubuh.

2. Hijab harus tebal, tidak tipis, dan tidak transparan.

Karena dengan hijab yang seperti inilah upaya menutupi aurat tercapai. Sebaliknya, jika yang digunakan adalah pakaian yang tipis dan transparan, tidak tercapai tujuan menutup aurat yang diperintahkan oleh agama.

3. Hijab yang dipakai bukan sebagai perhiasan sehingga menarik orang untuk melihatnya.

Yaitu Hijab/jilbab tersebut tidak diberi hiasan, aksesoris, dan yang semisalnya, agar tidak membuat orang lain, terutama laki-laki, tertarik untuk melihatnya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَلَا يُبۡدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنۡهَاۖ

“Janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka, kecuali yang (biasa) tampak darinya.” (an-Nur: 31)

Ayat ini umum, mencakup pula pakaian luar yang penuh perhiasan sehingga membuat pandangan orang lain tertuju padanya. Silakan lihat Jilbab al-Mar’ah al-Muslimah karya asy-Syaikh al-Albani.

4. Hijab/Jilbab harus lebar, tidak sempit/ketat, sehingga tidak memperlihatkan lekukan tubuh.

Itulah jilbab yang diinginkan oleh agama kita. Oleh karena itu pakailah jilbab syar’imu wahai muslimah. (AJ)

Admin yukbelajarislam.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *