Bolehkah Khutbah Jum’at Selain Dengan Bahasa Arab…?

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin berkata, “Dalam masalah ini, yang benar adalah khatib Jum’at itu tidak boleh berkhutbah dengan bahasa yang tidak dipahami oleh para hadirin dan selainnya.Jika para hadirin bukan orang Arab, misalnya, dia berkhutbah dengan bahasa mereka, karena ini adalah sarana penjelas bagi mereka. Tujuan khutbah adalah menjelaskan batasanbatasan Allah Subhanahu wata’alakepada para hamba-Nya serta menasihati dan membimbing mereka. Adapun ayat-ayat al-Qur’an harus (disebutkan) dengan bahasa Arab, lalu dijelaskan dengan bahasa hadirin.

Dalil bolehnya berkhutbah dengan selain bahasa Arab adalah firman Allah Subhanahu wata’ala,

وَمَا اَرْسَلْنَا مِنْ رَسُوْلٍ اِلَّابِلِسَانِ قَوْمِهِ

“Kami tidak mengutus seorang rasul pun selain dengan bahasa kaumnya.” (Ibrahim: 4)

Allah Subhanahu wata’ala menerangkan (pada ayat di atas), sarana penjelas hanyalah dengan bahasa yang dipahami oleh orang-orang yang diajak bicara. (Fatawa Arkanil Islam hlm. 393)(AJ)

Admin yukbelajarislam.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *